Monday, June 20, 2011

Segelas Kopi - Soul Healing

 AL-I'TIRAF

Ilaahii lastu lil firdausi ahlaan
wa laa aqwaa 'alaa naaril jahiimi
Fa hablii taubatan waghfir zunuubii
fa innaka ghaafirudzdzambil 'azhiimi
Dzunuubii mitslu a'daadir rimaali
fa hablii taubatan yaa dzaaljalaali

Wa 'umrii naaqishun fii kulli yaumi
wa dzambii zaa-idun kaifah timaali
Ilaahii 'abdukal 'aashii ataaka
muqirran bidzdzunuubi wa qad da'aaka
Fa in taghfir fa anta lidzaaka ahlun
wa in tathrud faman narjuu siwaaka
 

Sebuah pengakuan dari manusia, siapapun, yang merasa tak bisa berhenti untuk mengucap taubat;
Sebuah bentuk kepasrahan manusia akan hidupnya kepada Dia yang ia cinta;
Sebuah permohonan seorang manusia akan perlindungan kepada Dzat yang senantiasa dihatinya;
Sebuah ikatan yang selalu dijaganya dengan sujud dan keikhlasan;

Sebuah doa dari seorang anak manusia, yang dosanya berbekas tiap waktu, memintaMu mengakui dia sebagai orang yang Engkau ridhoi...
Hanya RidhoMu...yang anak manusia itu butuhkan...


Inna Sholatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamatii Lillahi Rabbil'alamin

Sunday, June 5, 2011

Segelas Kopi - Curhat Tak Berbayar

AKULAH MAHATHIR

Perkenalkan, aku Mahathir
yang tiap malam selalu bersemangat membuka lepi
melanjutkan kata-kata indah untuk dielaborasi
namun akhirnya menonton Dividi

Salam Kenal, Aku Mahathir
yang hari-harinya sibuk melobi petinggi
tuk sekedar mencari info yang dicari
yang membuat pulsa ku kudu diisi tiap 3 hari

Halo, Aku Mahathir
bermimpi tuk dinyanyiin gaudeamus igitur
sambil memakai toga dan jubah yang menjulur
yang membuatku tak henti mengejar Mas Pur

Yoyoyo, Aku Mahathir
Anak kedua dari tiga bersaudara
meminta restu pada siapa saja
biar hari dan malamku kembali tenang bersahaja


T.T T.T T.T
Tertanda
Akulah Mahathir

By: Mahasiswa Tingkat Akhir

Saturday, June 4, 2011

Chapter 05 - Idolaku Inspirasiku

Haaah, sudah lama rasanya saya, sang pembual, menulis kisah hidupnya yang masih sangat panjang 'tuk diungkapkan. Padahal telah banyak korban yang terbualkan  lagi sakau ingin mendengar bualan saya yang ternyata menjadi obat penenang dikala mereka gundah, gelisah, dan mimpi basah.
Yah, untuk itu, dalam kesibukan saya (tidur, bangun, beol, makan, dan seterusnya), disempatkan untuk melanjutkan cerita.

Pada suatu hari....saya lupa tuh hari apa tanggal apa dengan siapa semalam berbuat apa, tapi yang jelas terbersit dalam benak ini, saat dimana sepasang meong  tetangga
lagi ribut entah memperbincangkan apa. Tapi klo merunut dari kitab mahabrutus terjemahan meong, saya bisa menangkap intisari dari perbincangan antara Mece  (Meong Cewe) dan Meco (Meong Cowo) berikut ini:
Mece : Meco, anak kita udah minta adek tuh...ngeong
Meco : Oh, boleh-boleh.. Aa' standby kok...ngeong
Mece : tapi kita kan lagi Ngabe (menjalankan program KB)...ngeong
Meco : tapi kan masi bisa....ngeong
Mece : Iya, tapi begitu berenti langsung 'dung'...jangan maksa deh...ngeong
Meco : Ealah, dasar ngeong neh, klo gitu ngapain buka wacana kaya gitu...Ngeong me so well lah...

Kembali ke pokok permasalahan,,

Mengkhayal, berimajinasi, adalah sifat khas yang dimiliki oleh seorang anak yang masih berusia muda. Siapa yang tidak kenal dengan Power Ranger, ato Sailormoon, ato Satria Baja Hitam, ato malah Suster Ngepot (Banyak yang nunjuk,,,). Kehadiran makhluk khayalan tersebut menghiasi hari-hari banyak anak, termasuk Bingo dkk. Dan salah satu kebiasaan mereka adalah menceritakan superhero mereka, kekuatan, kelebihan, jalan ceritanya, dan dampak bagi sistem perekonomian nasional (oh, nyang ini bagiannya
bapak-bapak yang lagi ngopi di warung). 
Saat jam istirahat adalah saat yang tepat untuk membuka forum diskusi anak-anak kelas Tekun untuk menceritakan unek-unek mereka tentang SUPERHERO

Bingo : Hoam, ai ngantuk neh, semalem nonton Kuuga Volume 1-10
Colek : Wah, yu juga demen kuuga bin, ai udah sampe volume 14 loh....*bangga
Tongki : Wah, emang seru tuh brur? ai mah tiap malam bantuin ibu masak buat jualan. Maklumlah, animo konsumen lagi tinggi ke warung ai.
Cabi : Dasar cowo ya, obrolannya ga berkualitas.
Tongki: Eh, daripada yu cab, nyisir barbie mulu seharian, rambut ndiri jadi ga keurus.
Bingo & Colek : tulll.....
Cab : Eh sory ya, ai ga perlu ngurusin toh rambut ai udah bagus dari sono.
Bingo&Colek :Prettttt.
Colek : Tapi tenang tong, sebagai ketua kelas yang oke punya, saya akan minjemin kasetnya. Tidak dipungut biaya. Cukup makan gratis di warung yu aja.
Tongki : wah, jolim yu namanya. Ntar margin profit ai berkurang dong.

Ibu Sumi pun masuk ke kelas......

Bu Sumi : Ayo anak-anak, duduk yang manis ya, klo kurang manis tambahin merica.
               Eh, Simunah mana? Cabi?
Cabi      : Wah, madam, seabis istirahat tadi simunah ke kamar kecil, belum balik-balik, kali aja lagi pewe     madam.
Bu Sumi : waduh, cepat kamu liat ke kamar kecil. Kali aja doski masi karokean di dalam.

Tiba-tiba Simunah pun datang, dengan wajah yang riang. Ternyata, simunah abis melepaskan beban dalam dirinya (baca: BAB)
Bu Sumi: Oke, sekarang pelajarannya adalah Siapa idolamu? Nah, kalian pilih siapa idola dan kelebihannya apa. Kita kocok dulu telor ma tepungnya, enggak,

maksudnya nomor absensinya.

Suasana kelas pun tegang, menunggu the chosen one yang akan bercerita. Setiap mata bertemu pada kocokan. Kocokan mengalihkan dunia.

Setelah selesai ngocoknya...

Bu Sumi : Nomor 12,,,Simunah, ayo maju ke kelas.
Simunah : baik madam.
Bu Sumi : Oke, sekarang ceritakan. Katakan apa yang ingin kamu katakan, tapi jangan katakan apa yang   tidak ingin kamu katakan. sugesti saya jelas Mun?
Simunah : Jelas Madam
Bu Sumi : Ceritakan tentang idolamu

Siapakah idola Simunah??Penasaran?? Tunggu yang mau lewat berikut ini

Jenglot : Permisii.........Punten.....

Tuesday, January 11, 2011

Segelas Kopi - Pulang Kampung Neh Part.1

Perjalanan ini sangat berarti bagi sang pembual. Tanah kelahiran yang telah lama ku tinggal hampir 18 tahun ini akhirnya bisa ku kunjungi walaupun harus di dahului dengan perdebatan yang cukup alot dengan orang tua. Biasa lah, agak sedih ga bisa berlebaran dengan anak laki-laki satu-satunya ini yang kece (kere dan cemen).

Bisa dibilang kalau sang pembual agak penasaran dengan kondisi terkini dari kota Banda Aceh, setelah mengalami bencana Tsunami 2004 yang telah merenggut banyak nyawa, termasuk Paman dan Sepupu (semoga mereka selalu berada dalam ridhoNya).

Masih segar dalam ingatan, hari Rabu tanggal 20 Oktober 2010. Berangkat dari Bandara Soetta pukul 16.20 dengan maskapai, sebut saja Kutu Air. Duduk dibangku 22C ditemani oleh bapak-bapak disebelah (huh, knp sering sebelahan ma bapak2 ato emak2 ya?). Ketika mesin dinyatakan, terkesan sebagai api obor pembuka olimpiade, memulai perjalanan menuju kampung halaman. (kalo kata Pak Obama --> "Pulang Kampung Neh").
Pk 06.20 - Pk 19.00    
@#!.)&%%#$!B)*% C Am Dm ke G ke C lagi @#%*^@%*^#@
Artinya: bengong ma tidur2an doank

Pk 19.00                   
Hinggap di Bandara Polonia Medan, lapor transit pesawat kepada pihak yang berwajib (petugas Kutu Air), siapa tau ada yang bawa obat-obatan terlarang, seperti minyak kencur, obat kuat dosis tinggi, obat TBC tidak sesuai resep dokter, dsb. Selain itu, Alhamdulillah dapat sekotak nasi beserta lauk dan bill nya juga (enggak lah) buat buka puasa penumpang dari Mbak2 Waiting Room.Sungguh elok nian, bulan puasa emang penih berkah. Sebelumnya juga dapat sesobek roti dari bapak-bapak sebelah (ternyata ada hikmahnya juga, atau mgkn wajah ku ini sangat melankolis -> baca "melarat")

Pk. 20.20       
Akhirnya Suara ghaib (Announcer) bergema
"Sesaat lagi anda akan tiba di Bandara Internasional Iskandar Muda Banda Aceh. Tetap gunakan sabuk pengaman hingga pesawat benar-benar berhenti, siapa tau tiba-tiba pesawatnya ayan karena kurang asupan   Avtur. Waktu menunjukkan pukul 20.20 dan tidak ada perbedaan waktu antara Jakarta dan Banda Aceh karena kita Bhinneka Tunggal Ika. Terima kasih telah mempercayakan perjalanan Anda kepada Kutu Air, karena sungguh sulit mendapat orang yang mau percaya sama kami  hiks..hiks...Semoga kita berjumpa lagi di penerbangan dan dimensi lainnya. Terima Kasih. (Minta Tissue donk!)"

Pk 20.20 - 20.40   
Menunggu Bagasi keluar. Inilah saat2 yang paling membosankan. Menunggu satu per satu sama dengan satu barang-barang bawaan penumpang dengan travellator. Ada berbagai macam koper, dus kerupuk, dus pecah-belah, dus buku-buku bacaan,  dan dus tadiantarakita. Akhirnya barang-barang ku sebanyak satu biji udah keluar dari peraduannya. Koper tanpa roda sebelah (kasian nasib mu nak). Bayangin aja gimana perjuangan menenteng si koper tuh. Udah kumel, hitam lebam, koyak, lusuh, idup lagi (lah itu kan gw yak?).

Akhirnya, tibalah detik-detik proklamasi, eh, detik-detik pertemuan dengan keluarga yang menjemput. Ada kakek, nenek, paman, 2 ekor sepupu. Ah, sungguh momen yang krusial bagi seorang anak yang telah lama meninggalkan kampung halaman. Setelah cium pipi kanan, pipi kiri trus tabok jidat ampe bengkak akhirnya kami mulai bergerak dengan mobil paman yang rodanya empat spionnya dua pintunya lengkap (mempertegas, kalo yang gw naikin bukan bemo).

Melewati lika liku jalan kota Banda Aceh terlihat begitu banyak perbedaan (padahal udah ga inget lagi). Setidaknya begitulah kata paman dan kakek saya yang dengan semangat 45 mencoba mengingatkan saya kembali dengan memorial kota ini. Jalannya yang serba baru, kiri kanan ditanami pepohonan kota, rumah-rumah tertata rapi, ga da macet, ada tugu tsunami, museum tsunami, tugu"thanks to world" dengan bendera2 yang membantu Aceh kala itu, Masjid Baiturrahman yang tetap berdiri kokoh. Akhirnya sampai lah pada rumah tempat aku dulahirkan. Hiks..hiks terharu aku bisa kembali ke tempat awal kehidupan *lebohay

Sunday, January 9, 2011

Chapter 04 - Persahabatan Bagai Kedondong

Seragam. Begitulah budaya pendidikan yang sampai saat ini terjaga keluruhannya. Pakaian diyakini memiliki kontribusi yang tinggi jika berbicara mengenai keselarasan, keserasian, dan keseimbangan. Tak ada diskriminasi, tak ada rasisme, yang ada hanyalah Satu Bangsa, Satu Bahasa, Satu Tanah Air. Itulah INDONESIA (fiuh....penulis rada patriotik akhir2 ne).


Seperti biasa, Pukul 10.00 adalah waktu dimana calon-calon penerus generasi bangsa di TK Bual Sentosa meniti pencarian jati diri dan impian masa depan. Ratusan murid-murid berkumpul satu sama lain bersiap-siap disuruh masuk ke kerangkeng. Warna putih-kuning menghiasi pemandangan sekolah yang memberikan sentuhan warna-warna mentereng beriringan dengan hijaunya dedaunan, birunya langit luas, dan hitam manisnya bapak-bapak yang lagi nyapu di depan sekolah.
Adalah si Colek (Cowok Pesolek), putra yang dilahirkan dengan wajah nan rupawan dan dari keluarga hartawan terlihat gagah memimpin teman-teman kelas Telor Kuning (TeKun), kelasnya si Bingo. Selain itu, ada Tongki, seorang anak pedagang yang bercita-cita jadi saudagar besar walaupun badannya terbilang kecil dengan rambut kriwil2 kaya mie goreng. Kemudian, ada Cabbi, seorang gadis periang cantik bermuka cabi yang walaupun kecil sudah keibuan (lebih tepatnya dewasa sebelum waktunya, kaya emak2 gitu deh). Kemudian ada Simuna, gadis yang suka berkerudung merah dan bercita-cita jadi da'iah sejuta umat.

Mereka berlima telah menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan oleh ruang dan waktu karena memiliki visi dan misi yang sama, yakni menjadi anak bangsa yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. (Berjejer sambil teriakkan Pembela Nenek Tua Pembasmi Serangga, jreng, jreng, kameha-meha)

Bu Sumi, seperti biasa berpenampilan nyentrik dengan baju batik cokelat dengan parfum ala Persia yang mampu merontokkan setiap helai bulu hidung yang mencoba berani menantang ketajaman aromanya.

Bu Sumi    : "Anak-Anak, gimana kabarnya?"
TeKun      : "Baik Buuuuuuuuuuuuu"
Bu Sumi    : "Sekarang saatnya pelajaran menggambar. Kalian boleh menggambar apa saja yang kalian suka. Misalnya gunung meletus, banjir, tanah longsor, gempa bumi, dan sebagainya. Nah, sekarang siapkan semua alat-alat menggambar kalian!"

Kelas pun riuh saat semua anak mengambil alat menggambar.
Colek, patut berbangga diri, karena pensil warna miliknya paling mewah di antara anak lainnya. Terdiri dari 30 warna dengan tingkat ketajamannya 2 Mega Pixel (gw tau kalian bingung, sama gw juga). Sementara, yang paling memilukan adalah milik Tongki. Kenapa tidak, karena yang dibawa adalah perkakas material yang terbawa dari toko milik bapaknya. Tongki pun menyadari kalo dia salah ngambil karena terburu-buru berangkat.

Cabbi    : "Makanya Tong, segala sesuatunya perlu dipersiapkan secara matang. Dan jangan suka telat. Seperti aku neh, subuh2 udah bangun bantuin orang               tua dan aku mempersiapkan semuanya sendiri. Kita udah        gede loh Tong.
Tongki dan Bingo : "Pretttttt..............."
Colek    : "Hmm......ada2 aja kerjaan kalian. Gak prestige tau gak"
Tongki    : "Ngomong lw Col, bikin gw panas ati, ne kalo ditaroh telor udah setengah matang taw ga"
Simuna    : "Udah-udah, kita sebagai anak harusnya menjaga sikap. Tong, mending ente pake aja punya ana, ana redho kok."

Beruntung masih ada Simuna yang berhati baik yang bersedia meminjamkan pensil warna miliknya. Kelas menggambar pun dimulai sesaat setelah Bu Sumi membagikan kertas gambar kepada masing-masing anak.

Bu Sumi : "Sekarang mulai menggambar. Ntar gambar terbaik akan mendapat baik satu lembar photo terbaru Bu Sumi edisi Malam Jumat. Pasti kalian senang"

Kelas TeKun pun menjadi suram dan tanpa suara

Bu Sumi : "Becanda kok, ntar dapat satu buku cerita bergambar Tokek&Curut Vol.5. Edisi terbaru loh..."
TeKun    : "Aseeeekk...................."

Kelas Telor Kuning pun antusias menggambar dengan mengelurkan semua kemampuan yang dimiliki.

Sampailah pada pengumuman pemenang. Bu Sumi pun memegang kertas gambar yang menurutnya terbaik dilihat dari ketelitian sudut gambar, tone setiap warnanya, konsistensi dan perpaduan setiap warna yang ada.

Bu Sumi : "Gambar terbaik adalah milik.................Simunah *&%^*@#!&"

Tepukan tangan bergema di gelas TeKun menyambut sang pemenang Simunah.

Bu Sumi    : "Gambarnya bagus. Pitch Controlnya juga terjaga dengan rapi. Ibu maw tanya gambar ini menceritakan apa Mun?"
Simunah    : "Tentang beberapa anak yang lagi makan kedondong buk. Saya kasi judul Persahabatan Bagai Kedondong. Persahabatan yang selalu tumbuh tiada akhir        seperti pohon kedondong. Memberikan kenikmatan kepada setiap orang tanpa ragu dan tanpa terkecuali"
Bu Sumi    : "Ibu jadi terharu. Nanti ibu traktir makan kedondong deh. Kebetulan udah lama ibu ga makan kedondong."
TeKun    : "Bu Sumi emang top..........Tiada Dua"

Begitulah hingar-bingar kehidupan anak-anak kelas Telor Kuning yang sarat dengan tawa dan canda. Tak Peduli siapapun orangnya, makanannya ya Kedondong.

Saturday, November 20, 2010

Segelas Kopi - HP7 in PoEm



Harry Potter And The Deathly Hollows

Tak pernah ku sangka kan ada yang berbeda di saat ku terjaga,

melihatmu hanya tinggal bayangan di sepotong bingkai,
melihatku tanpa kata, tanpa makna,
setelah aku kau erat dalam misteri yang tak kunjung kau ungkap.

Ya, tak ada pertanyaan yang ingin ku ajukan,
karena aku tak tahu kemana seharusnya aku bertanya,
dalam ragu ku berjalan, dalam ragu ku perjuangkan,
hanya itulah yang aku yakini, hingga jawabannya datang kepadaku.

Ku palingkan wajahku dan kulihat wajah mereka,
memegang tanganku, mengajak berdiri dengan teguh,
kau lihat siapa mereka? merekalah kekuatanku,
bersama menatap tajam tiada batas hadapi kegelapan.

Dalam simfoni sunyi dunia yang penuh kebencian,
dusta dan amarah merebak membunuh harapan dan kebenaran,
dan aku tahu tak ada jalan yang bisa ku tempuh,
melainkan jalan takdir yang terlanjur melekat.

Tapi entah kenapa begitu berat langkahku,
berjalan tanpa arah dalam ketidakpastian tujuan,
lelah menunggu, entah sampai kapan akan terus menunggu,
hingga aku merasa terjebak dalam relikui kematian.

Ku bangunkan mata lelah ini dan ku lihat cahaya itu,
berpijar dalam kegelapan yang sudah lama menyengat,
oh, aku tahu, tak ada satupun kegelapan yang mampu menolak cahaya,
cahaya yang menuntun pada harapan dan kebenaran,
cahaya yang menjawab segala pertanyaan dan ketidakpastian,
Ya, aku hanya perlu melangkah dan mencoba.

By : Abent Joe

Thursday, November 18, 2010

Chapter 03 - Ternyata Oh Ternyata

Pagi itu, matahari bersinar dengan terik membahana, burung-burung berkicau, kucing mengeong, diiringi alunan piring pecah menggebu-gebu karena suami selingkuh menghiasi kehidupan keluarga Bingo di awal hari mereka. Tampak Pat yang saat itu kelas 3 SD sedang asyik ngumpulin duit recehan dari celengan yang terbuat dari kayu ek pepohonan Kaukasia dengan bentuk kepala bebek, bertubuh megantropus, berkaki lalat tse-tse (ga usah dibayangin).
Pat     : Heehaw, akhirnya setelah pengorbanan yang sekian lama akhirnya berbuah manis.
dengan kegirangan  memasukkan recehan hasil tabungannya ke dalam toples bekas lebaran sambil bersiul-siul lagu Cinta Satu Malam.
Datanglah Bingo menghampiri kakaknya yang lagi girang tak karuan dengan wajah binal berharap sesuatu.
Bingo : Oik....eh eh, lagi ngapain neh? ngumpulin duit hasil ngamen di terminal ya?
Pat     : Wah,,pengen tau aja neh.
Bingo : Bagi donk dikit....
Pat     : sori-sori aje ne, hidup makin susah dan makin banyak kebutuhan yang ingin dipenuhi
Bingo : weks, macam mak-mak aja kakak ini,
Pat    : STUPID TOO MUCH!
Bingo : Hah?
Pat    : BODO AMAT

Si Pat pun masuk ke dalam kamarnya beserta kepingan celengan yang terkesan ingin menyembunyikan sesuatu dari pihak yang dianggap memiliki potensi untuk mengutil kekayaan yang dia miliki.

Emak : Paat, ayo sarapan, ne udah dibuatin lauk kesukaanmu.

Hidangan kali ini terasa sangat berbeda. sangat spesial. Tanya kenapa?. Ternyata eh ternyata si bapak dapet bonus dari kantornya.
Oh ya, belum diceritain ne hal-ihkwal bapak Bingo. Beliau adalah seorang pria telah menikah, umur 37 tahun, No.KTP 001879xxxxxx, kadaluarsa 5 tahun.
Beliau bekerja sebagai seorang polisi gagah perkasa pembela nusa bangsa yang menyerahkan segenap jiwa raganya tanpa derai air mata dan tanpa tanda jasa, tapi gaji plus tunjangan tetep lah diatas UMR.
Saat itu, akan ada pergantian Kepala Polisi Tingkat Kabupaten ato biasa disebut Kepala Polisi Tingkat Kabupaten (bedanya opo toh rek...). Sebut saja KPTK, atau biar lebih kemasa-kinian disebut "Kepentok"
Nah, Kepentok lama sudah menghabiskan masa baktinya selama lima tahun.
Sebagai bentuk penghargaan, maka di saat sebelum serah terima jabatan dipeluknya lah setiap personil kepolisian, kecuali yang wanita. Bisa-bisa Kepentok lama juga bakal serah terima kain kafan.
Di gelarlah acara perpisahan. Diikuti oleh band lokal yang mimpinya menjadi band ternama ibukota belum kesampean, berharap ada produser yang menyaksikan performa mereka. Selain itu, ada acara Makan Akbar. Inilah sebenarnya inti acara yang ditunggu para personil, terutama buat para suami yang uang bulanannya dipotong oleh istrinya. Ngirit boook.
Hingga sampai lah, pada acara yang mengundang tangis sedih dimana Kepentok lama berpidato untuk yang terakhirnya.
Kepentok Lama     : Saudaraku sebangsa setanah air
Para Personi          : hiks..hiks, ehuuuu.....T.T,
Kepentok Lama    : tibalah saatnya bagi saya untuk blabla kadabra dubidubidu damdam.
Para Personil         : hiks..hiks, ehuuuu.....T.T
Kepentok Lama    : Untuk itu, saya akan memberikan bonus bagi setiap personil tetap.
Para Personil         : Heehaw....horeee....Mantabs    
gan....*ekspresi sontak berubah
Kepentok Lama     : hiks..hiks..ehuuuu....huuuuuu.... huaaaaaa.....T.T T.T
Asisten Kepentok:   yang sabar ya bosss......

Begitulah alkisah Bapak Bingo mendapat bonus. Nah si Bapak berikrar sebelumnya kepada anaknya Pat tuk biaya jalan-jalan sekolahnya. Yah, benang merahnya Pat memecahkan celengan karena niatnya mw pake duit sendiri tuk acara sekolah, diantaranya, uang transport + penginapan + cemilan. Namun, uangnya tidak cukup. Merasa kasihan dengan anaknya sendiri, si bapak turut menghibahkan uang bonus kepada anaknya. Senanglah si Pat, tersenyum lah si emak, puaslah si bapak, mencret lah si Bingo *overdosis makan cabe.

- To be continued -